Selasa, 21 Desember 2010

Ku titipkan Rinduku pada Ibu

Ibu... sungguh betapa aku merindukanmu
demi senyuman yang senantiasa engkau tujukan kepadaku
demi tangan lembut yang kini telah tua yang senantiasa membelaiku dengan kasih
demi tangan lembut  yang kini hanya tinggal tulang berbalut dengan kulit,
lemah...
tak berdaya tuk memelukku

apa yang telah aku berikan untukmu, selain kesedihan dimata dan hatimu karena perilaku-ku
sungguh maafkan aku...

RASA SEPI SEORANG IBU (KESEPIAN YANG TAK SELALU DIUNGKAPKANNYA SECARA VERBAL)

“Hidup ini terus berjalan, maka muliakan orang tuamu dengannya. Terlebih ibumu yang telah mengandung dan menyusuimu” (Abu A’la Al Ma’riy)

Sepi adalah jenak waktu yang tentu saja tak memberi rasa nyaman. Apalagi kita tak bisa tahu kapan ia akan berakhir. Dan seorang ibu adalah sosok yang mungkin sangat sering mengalami itu dalam hidupnya, meski mungkin kita sebagai anaknya kadang tak menyadari.
Harus kita akui bahwa kita memang seringkali lupa akan keadaan ibu dan ayah yang ada di rumah. Apakah kita pernah merisaukan kabar dari orang tua kita? Risau, apakah orang tua kita sudah makan atau belum? khawatir, apakah orang tua kita sudah bahagia atau belum? Rasanya jarang. Padahal boleh jadi dia sedang dalam dekapan rasa sepi.

Senin, 20 Desember 2010

Cinta Laki-Laki Biasa (ENDING)


Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli. 

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan. 

Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga

Cinta Laki-Laki Biasa_part 2

Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari. 

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis. 

*** 

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya. 

Cinta Laki-laki Biasa _part 1


Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.


Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya

Senin, 06 Desember 2010

Bulan Hijriyah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarahatuh..........
Salam Ukhuwah ^_^
Ikhwah Fillah, ga terasa ya, akhirnya sampai juga kita di akhir tahun Hijriyah. mari kita refleksikan kembali diri kita, maksiat dan amalan apa yang telah kita kita lakukan setahun yang lalu. Mana yang lebih banyak, amalan kebaikan atau justru maksiat. Naudzubillah.......

Ikhwah Fillah, tahun baru, semangat baru ^_^......
Begitu banyak keistimewaan di Bulan Hijriyah, yaitu:

  1. Kelahiran Nabi Musa

Kamis, 02 Desember 2010

Hafalan Alquran Dapat Mencegah Berbagai Penyakit

Sebuah kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatan. Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di